Rp12 Miliar Diduga Lenyap di Gayo Lues, Rakyat Hanya Kebagian Janji Kosong

DELIK NASIONAL

- Redaksi

Senin, 1 September 2025 - 05:55 WIB

50751 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GAYO LUES | Awal 2024, Rp12 miliar dana fiskal tambahan dari pemerintah pusat turun ke Kabupaten Gayo Lues. Janjinya terdengar bak musik penghibur di telinga rakyat: jalan akan diperbaiki, layanan kesehatan ditingkatkan, sekolah-sekolah dipoles agar lebih layak. Warga sempat percaya, dana sebesar itu bisa menjadi jawaban bagi defisit anggaran daerah sekaligus mengangkat derajat pelayanan publik.

Namun delapan bulan berselang, harapan itu berubah jadi kekecewaan. Jalan Pining–Lesten tetap dipenuhi lubang, bangku sekolah di pedalaman masih patah-patah, dan puskesmas mengaku sering kehabisan obat. “Kami hanya dengar dana masuk, tapi hasilnya tak pernah terasa,” ujar seorang tokoh masyarakat Blangkejeren dengan nada getir.

Laporan realisasi anggaran semester pertama 2024 justru membuka sisi lain. Dari total Rp12 miliar, sekitar Rp4,5 miliar habis untuk belanja pegawai, rapat koordinasi, hingga perjalanan dinas. Dinas Pendidikan menggunakan tambahan Rp1,2 miliar untuk membeli alat tulis dan kegiatan sosialisasi. Dinas Kesehatan menghabiskan Rp800 juta untuk seminar kader posyandu. Dilansir dari TRIBRATA TV, laporan itu membuat publik semakin curiga: dana yang seharusnya menetes ke rakyat, diduga justru lebih banyak digelontorkan untuk kebutuhan birokrasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pemerintah daerah berkilah semua penggunaan sesuai aturan. Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) menyebut dana fiskal fleksibel, bisa dipakai menutup defisit maupun membiayai kegiatan strategis. Tetapi tafsir “strategis” versi pemerintah tak sama dengan tafsir masyarakat. Bagi rakyat, yang strategis adalah jalan mulus, sekolah layak, dan puskesmas yang punya obat.

Catatan lama kini kembali menghantui. Pada 2022, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) memberi teguran keras atas penggunaan dana transfer pusat di Gayo Lues yang sarat proyek fiktif, markup, hingga laporan ganda. Kritik itu jarang berujung pada perubahan nyata. Pola lama diduga kembali berulang: uang mengalir deras, tapi hasilnya nihil.

Kecurigaan publik makin menguat. Ormas Laskar Anti Korupsi (LAKI) Gayo Lues menuding ada penyimpangan serius. “Kami mendesak audit menyeluruh. Kalau dibiarkan, dana pusat akan terus jadi bancakan pejabat,” kata Ketua LAKI, Hendra, Senin (1/9/2025). DPRK pun terseret sorotan. Minimnya pengawasan membuat alokasi dana lebih sering disetujui tanpa kajian detail. “Kami kerap hanya diberi angka-angka di atas kertas,” ungkap seorang legislator oposisi.

Tak berhenti di situ, suara publik kini mengarah lebih keras: APH diminta turun tangan, bahkan KPK didesak mengusut dugaan penyimpangan dana Rp12 miliar tersebut. “Kami ingin ada langkah hukum tegas. Jangan hanya audit di atas kertas. Kalau ada bukti penyalahgunaan, harus diproses pidana,” tegas seorang aktivis antikorupsi di Blangkejeren.

Audit menyeluruh kini menjadi satu-satunya harapan publik. Tanpa transparansi dan penindakan hukum, Rp12 miliar itu diduga bisa hilang begitu saja di balik tumpukan laporan birokrasi. Sementara di lapangan, kenyataan tetap pahit: jalan rusak, pasien antre berjam-jam di rumah sakit, anak-anak belajar di kursi plastik reyot.

Di Gayo Lues, uang negara seolah menjelma pesta birokrat. Rakyat cuma jadi penonton lapar, menelan janji yang tak pernah jadi kenyataan. (TIM)

Berita Terkait

Sholat Subuh Keliling, Polres Gayo Lues Jalin Silaturahmi dan Serap Aspirasi Masyarakat
Polres Gayo Lues Bangun Infrastruktur Darurat Pascabanjir di Putri Betung di Bawah Kepemimpinan AKBP Hyrowo
Satintelkam Polres Gayo Lues Distribusikan Bahan Pokok Makanan ke Desa Perlak Tripe Jaya
Komitmen Jaga Kamseltibcarlantas, Kapolres Pimpin Apel Operasi Zebra di Gayo Lues
Pabrik Getah Pinus di Gayo Lues Diduga Abaikan Teguran Pemerintah Aceh Dan Aparat Hukum Terkesan Tak Bertaring
Yasinan Bersama di Rutan Polres Gayo Lues Jadi Bukti Kepemimpinan Humanis Kapolres AKBP Hyrowo
H. Irmawan Ungkap Apresiasi kepada Kapolres AKBP Hyrowo yang Berhasil Bongkar Jaringan Lintas Negara
Satresnarkoba Polres Gayo Lues Gagalkan Aksi Kurir Ganja 92 Kg Berkat Laporan Warga

Berita Terkait

Sabtu, 1 November 2025 - 16:21 WIB

Warga Dua Desa Kutalimbaru Desak Pemerintah Segera Selesaikan Konflik Lahan dengan PT Serdang Hulu

Jumat, 5 September 2025 - 09:16 WIB

Ketika Guru Honorer Jadi Korban Ketidakpedulian, Rumah Ibu Mariasih di Deli Serdang Tinggal Menunggu Runtuh

Senin, 1 September 2025 - 13:46 WIB

Doa dan Cinta Dari Lapas Lubuk Pakam Untuk Indonesia

Senin, 1 September 2025 - 13:23 WIB

Penyuluhan Hukum, Lapas Lubuk Pakam dan LBH Adiwangsa Pura Keadilan Bekali Warga Binaan Menuju Hidup Taat Aturan

Senin, 25 Agustus 2025 - 03:19 WIB

Pelaku Penganiayaan Juanda Masih Bebas Berkeliaran

Senin, 18 Agustus 2025 - 16:01 WIB

Warga Binaan Program Rehabilitasi Lapas Sibolga Ikuti Konseling Keagamaan

Senin, 18 Agustus 2025 - 15:10 WIB

Momentum Kemerdekaan, Lapas Lubuk Pakam Lepas dan Ringankan Hukuman Warga Binaan

Sabtu, 16 Agustus 2025 - 15:49 WIB

nstruksi Jaksa Agung Hanya Jadi Wacana: Galian C Ilegal di Kutalimbaru Justru Kian Menggila di Depan Mata Aparat

Berita Terbaru