Jejak Setoran Gelap di Balik Dana ADKK Gayo Lues: Desa Jadi Tumbal, Pejabat Diduga Kenyang Menggerogoti Anggaran

DELIK NASIONAL

- Redaksi

Selasa, 2 September 2025 - 08:07 WIB

50960 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gayo Lues – Dana Alokasi Kampung Khusus (ADKK) Tahun Anggaran 2024 di Kabupaten Gayo Lues kini tengah menjadi pusat perhatian tajam. Proyek bernilai lebih dari Rp7 miliar ini awalnya digadang-gadang sebagai penggerak pembangunan desa dan penopang kesejahteraan warga. Namun, di balik janji manis, tercium bau busuk penyimpangan. Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Corruption Investigation Committee (CIC), Raden Bambang, SS, mengungkapkan dugaan serius adanya praktik setoran setelah pencairan dana. “Sepengetahuan saya dana ADKK ini dikelola kepala desa bersama masyarakat. Tapi laporan yang saya terima, jarang sekali ada keterlibatan warga dalam pelaksanaannya. Jangan-jangan proyek juga banyak yang dikerjakan tidak sesuai RAB,” ucapnya penuh tanda tanya, sembari menekankan bahwa hal itu tidak boleh dianggap remeh.

Dalam keterangan yang dilansir dari media Tribuntipikor.com, kuat dugaan ada aliran setoran ke oknum pejabat kabupaten begitu dana cair. Jika benar, ini adalah pola lama yang terus berulang: proyek padat karya berubah menjadi ladang banci rente. Raden menegaskan, “Kalau memang ada setoran, itu jelas perbuatan koruptif, melawan hukum, dan harus segera ditindak. Uang rakyat, biarpun satu rupiah, wajib dipertanggungjawabkan.” Pernyataan keras itu memukul telak kredibilitas pemerintah daerah yang semestinya menjadi pelindung kepentingan masyarakat desa.

Data yang dihimpun menunjukkan, sedikitnya 41 desa di Gayo Lues menerima ADKK tahun 2024, tersebar di berbagai kecamatan mulai dari Blangkejeren, Blangpegayon, Dabun Gelang, hingga Putri Betung. Tapi harapan warga untuk membangun infrastruktur dan meningkatkan kesejahteraan kini terancam ambruk. Anggaran miliaran rupiah itu diduga justru mengalir ke kantong pribadi segelintir pejabat yang bermain di balik layar. Kades dan perangkat desa pun berada di ujung tanduk: mereka bisa terseret masalah hukum akibat permainan kotor pejabat di atasnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Raden mendesak agar para kepala desa berani bicara. “Kasihan kades dan perangkatnya. Mereka nanti yang akan jadi tumbal ulah oknum pejabat. Bongkar dugaan ini ke publik, biar terang benderang,” tegasnya. CIC meminta aparat penegak hukum, BPK, dan BPKP segera turun mengaudit seluruh desa penerima. Tanpa tindakan cepat, kebocoran anggaran akan terus menganga dan kerugian negara semakin dalam.

Skandal ADKK ini, bila terbukti, akan menjadi potret kelam bagaimana pembangunan desa di Gayo Lues dijadikan banci rente. Uang rakyat yang mestinya menyejahterakan warga malah berubah menjadi umpan empuk bagi pejabat rakus. Selama audit investigasi belum dilakukan, publik hanya bisa menatap pahit: desa miskin tetap miskin, sementara pejabat bersembunyi di balik kekuasaan, kenyang menikmati uang haram.

Mau saya carikan istilah pengganti yang lebih tajam dari “banci rente” agar nuansanya makin keras, misalnya memakai metafora seperti “ladang perampokan anggaran” atau “pesta gelap anggaran desa”? (TIM)

Berita Terkait

Sholat Subuh Keliling, Polres Gayo Lues Jalin Silaturahmi dan Serap Aspirasi Masyarakat
Polres Gayo Lues Bangun Infrastruktur Darurat Pascabanjir di Putri Betung di Bawah Kepemimpinan AKBP Hyrowo
Satintelkam Polres Gayo Lues Distribusikan Bahan Pokok Makanan ke Desa Perlak Tripe Jaya
Komitmen Jaga Kamseltibcarlantas, Kapolres Pimpin Apel Operasi Zebra di Gayo Lues
Pabrik Getah Pinus di Gayo Lues Diduga Abaikan Teguran Pemerintah Aceh Dan Aparat Hukum Terkesan Tak Bertaring
Yasinan Bersama di Rutan Polres Gayo Lues Jadi Bukti Kepemimpinan Humanis Kapolres AKBP Hyrowo
H. Irmawan Ungkap Apresiasi kepada Kapolres AKBP Hyrowo yang Berhasil Bongkar Jaringan Lintas Negara
Satresnarkoba Polres Gayo Lues Gagalkan Aksi Kurir Ganja 92 Kg Berkat Laporan Warga

Berita Terkait

Sabtu, 1 November 2025 - 16:21 WIB

Warga Dua Desa Kutalimbaru Desak Pemerintah Segera Selesaikan Konflik Lahan dengan PT Serdang Hulu

Jumat, 5 September 2025 - 09:16 WIB

Ketika Guru Honorer Jadi Korban Ketidakpedulian, Rumah Ibu Mariasih di Deli Serdang Tinggal Menunggu Runtuh

Senin, 1 September 2025 - 13:46 WIB

Doa dan Cinta Dari Lapas Lubuk Pakam Untuk Indonesia

Senin, 1 September 2025 - 13:23 WIB

Penyuluhan Hukum, Lapas Lubuk Pakam dan LBH Adiwangsa Pura Keadilan Bekali Warga Binaan Menuju Hidup Taat Aturan

Senin, 25 Agustus 2025 - 03:19 WIB

Pelaku Penganiayaan Juanda Masih Bebas Berkeliaran

Senin, 18 Agustus 2025 - 16:01 WIB

Warga Binaan Program Rehabilitasi Lapas Sibolga Ikuti Konseling Keagamaan

Senin, 18 Agustus 2025 - 15:10 WIB

Momentum Kemerdekaan, Lapas Lubuk Pakam Lepas dan Ringankan Hukuman Warga Binaan

Sabtu, 16 Agustus 2025 - 15:49 WIB

nstruksi Jaksa Agung Hanya Jadi Wacana: Galian C Ilegal di Kutalimbaru Justru Kian Menggila di Depan Mata Aparat

Berita Terbaru