Kupang, INFO_PAS – Segera setelah menggelar Apel dan pembacaan Ikrar Bersama “Pemasyarakatan Bersih dari Handphone Ilegal, Narkoba, dan Penipuan” secara serentak se-Indonesia pada Jumat (8/5), Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kupang langsung mengambil langkah nyata. Sebagai bukti keseriusan, lembaga tersebut menggelar tes urine secara menyeluruh yang menargetkan seluruh elemen yang berada di dalam lingkungan lapas, mulai dari para petugas hingga warga binaan.
Proses pengambilan sampel berlangsung terbuka dan diawasi dengan ketat. Tim pemeriksa dibantu oleh tenaga medis dari Klinik Pratama Cendana Lapas Kelas IIA Kupang, serta didampingi langsung oleh perwakilan Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Kupang. Kehadiran pihak luar ini dimaksudkan agar hasil pemeriksaan benar-benar objektif, sah, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik. Mulai dari pejabat struktural, staf administrasi, petugas pengamanan, hingga seluruh warga binaan, semuanya diperiksa satu per satu secara tertib.
Kepala Lapas Kelas IIA Kupang, Wawan Irawan, menegaskan bahwa tes ini bukan sekadar formalitas belaka. Menurutnya, kegiatan ini adalah bukti bahwa apa yang telah diikrarkan bersama benar-benar diterjemahkan ke dalam tindakan nyata di lapangan. Ia menekankan bahwa menjaga lingkungan lapas agar tetap steril dari narkoba adalah tanggung jawab bersama, sehingga pemeriksaan harus dilakukan secara adil dan merata tanpa memandang jabatan maupun status.
“Ini langkah konkret yang harus kita lakukan setelah berjanji untuk bersih dari narkoba. Kami ingin membuktikan bahwa apa yang diucapkan dalam ikrar tadi benar-benar kami jalankan. Baik petugas maupun warga binaan semuanya wajib diperiksa, tidak ada yang dikecualikan. Karena menjaga kebersihan dan keamanan tempat ini adalah tanggung jawab kita bersama,” ujar Wawan usai melaksanakan tes.
Antusiasme dan dukungan juga datang dari pihak BNNK Kupang yang turut mengawasi jalannya kegiatan. Perwakilan BNNK Kupang, Fasilitator Seksi Rehabilitasi, Fransiskus Y. Woge Ratu, S.Kep., Ns., mengapresiasi langkah yang diambil oleh Lapas Kupang. Menurutnya, pelaksanaan pemeriksaan menyeluruh seperti ini sangat efektif untuk mencegah peredaran narkoba dan memutus mata rantai penyalahgunaan barang terlarang yang kerap menjadi masalah di berbagai lembaga pemasyarakatan.
“Kami sangat mengapresiasi langkah Lapas Kupang. Tidak hanya berhenti pada seremonial ikrar, tapi langsung menindaklanjutinya dengan tes nyata. Ini menunjukkan keseriusan dan komitmen yang tinggi dari pimpinan dan seluruh jajarannya. Sinergitas seperti inilah yang kami harapkan terus terjalin, demi memastikan narkoba tidak punya tempat lagi di lingkungan pemasyarakatan maupun di tengah masyarakat,” ungkapnya.
Setelah seluruh proses pemeriksaan selesai dan hasilnya diolah, kabar baik pun terungkap. Hasil tes urine menunjukkan hasil yang sangat memuaskan, di mana seluruh sampel yang diperiksa, baik yang berasal dari para petugas maupun dari warga binaan, dinyatakan negatif atau tidak mengandung zat terlarang. Hasil ini menjadi bukti nyata bahwa saat ini lingkungan Lapas Kelas IIA Kupang benar-benar dalam keadaan bersih, aman, dan kondusif.
Meski hasilnya dinilai sangat baik, Kalapas Kupang mengingatkan agar seluruh jajaran tidak menjadi lengah. Ia berjanji bahwa pemeriksaan semacam ini tidak hanya dilakukan hari ini saja, namun akan menjadi agenda rutin yang bisa dilakukan kapan saja, baik secara berkala maupun mendadak. Hal ini bertujuan untuk menjaga konsistensi serta memastikan bahwa komitmen yang telah dibangun dapat terus terjaga di masa mendatang.
“Hasil negatif hari ini adalah kabar gembira dan modal awal yang sangat baik. Namun tantangan masih terus ada, oleh karena itu kami tidak boleh merasa puas dan lengah. Ke depannya kami akan terus lakukan pengawasan dan pemeriksaan rutin agar kondisi bersih ini bisa terus dipertahankan. Kami tidak ingin ikrar yang sudah kita bacakan tadi hanya menjadi kata-kata belaka, tapi harus menjadi budaya dan kebiasaan kita sehari-hari,” tegas Wawan menutup kegiatan.(momo)

































