Jakarta — Pengurus Pimpinan Daerah (PD) Gerakan Pemuda Al Washliyah (GPA) se-DKI Jakarta resmi dilantik secara serentak dalam sebuah prosesi khidmat yang digelar di Hotel Horison Balairung Jakarta, Sabtu (9/5/2026).
Pelantikan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat konsolidasi organisasi kepemudaan Al Washliyah di wilayah ibu kota, sekaligus menegaskan komitmen generasi muda dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Acara pelantikan dihadiri langsung oleh Ketua Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Al Washliyah DKI Jakarta, Dedi Siregar, yang juga memimpin langsung prosesi pengambilan sumpah dan janji jabatan seluruh pengurus Pimpinan Daerah GPA se-DKI Jakarta.
Dalam sambutannya, Dedi Siregar menegaskan bahwa Gerakan Pemuda Al Washliyah harus menjadi organisasi yang mampu hadir di tengah masyarakat sebagai perekat persatuan, pengawal nilai-nilai kebangsaan, serta mitra strategis pemerintah dalam menjaga stabilitas sosial dan pembangunan bangsa.
Menurutnya, tantangan generasi muda hari ini tidak hanya soal perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi, tetapi juga ancaman perpecahan akibat polarisasi, hoaks, intoleransi, hingga menurunnya semangat persatuan di tengah masyarakat.
“Gerakan Pemuda Al Washliyah harus tampil menjadi garda terdepan dalam merawat persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.
Pemuda tidak boleh terjebak dalam konflik, ujaran kebencian, maupun politik identitas yang dapat memecah belah bangsa. Kita harus menjadi pelopor persatuan, penjaga moral, dan penguat nilai kebhinekaan,” tegas Dedi Siregar di hadapan para kader dan tamu undangan.
Mengusung tema “Pemuda Sebagai Garda Terdepan Dalam Merawat Persatuan dan Kesatuan Bangsa Indonesia”, pelantikan tersebut berlangsung penuh semangat kebangsaan dan kekeluargaan.
Para pengurus yang dilantik diharapkan mampu membangun sinergi organisasi hingga ke tingkat akar rumput serta memperkuat kontribusi nyata pemuda dalam kehidupan sosial kemasyarakatan.
Adapun jajaran ketua Pimpinan Daerah Gerakan Pemuda Al Washliyah se-DKI Jakarta yang resmi dilantik antara lain:
Muhammad Iqbal sebagai Ketua PD GPA Jakarta Pusat
Ridho Yaman sebagai Ketua PD GPA Jakarta Barat
Ahmad Rizky Vahlevi sebagai Ketua PD GPA Jakarta Selatan
Perdi Lubis sebagai Ketua PD GPA Jakarta Utara
Azhari Rambe sebagai Ketua PD GPA Kepulauan Seribu
Pelantikan serentak ini dinilai menjadi tonggak baru kebangkitan Gerakan Pemuda Al Washliyah di Jakarta dalam memperkuat peran pemuda Islam yang moderat, nasionalis, dan berorientasi pada pengabdian kepada masyarakat.
Selain dihadiri para kader dan simpatidan , acara tersebut juga mendapat perhatian dan ucapan selamat dan sukses dari sejumlah tokoh nasional yang terpampang melalui spanduk di arena pelantikan. Di antaranya
Dr. (H.C.) Zulkifli Hasan, S.E., M.M.
Menteri Koordinator Bidang Pangan , Prof. Dadan Hindayana Kepala Badan Gizi Nasional Republik Indonesia, Mayjen TNI Krido Pramono, S.H., M.Si.
Pangdam VI/Mulawarman , AKBP Moh. Faruk Rozi, S.H., S.I.K., M.Si kapolres klten dan Lisman Hasibuan Komisaris Independen PT. pelni ( persero)
Dukungan dari berbagai tokoh tersebut dinilai sebagai bentuk dukungan terhadap eksistensi dan peran strategis Gerakan Pemuda Al Washliyah dalam menjaga semangat kebangsaan dan persatuan nasional.
Dalam kesempatan itu, para pengurus yang baru dilantik juga menyampaikan komitmennya untuk membesarkan organisasi dengan mengedepankan program-program kepemudaan yang produktif, edukatif, dan bermanfaat bagi masyarakat luas. Fokus utama organisasi ke depan antara lain penguatan kaderisasi, pemberdayaan pemuda, kegiatan sosial kemasyarakatan, penguatan wawasan kebangsaan, serta pembangunan karakter generasi muda yang religius dan cinta tanah air.
Suasana pelantikan berlangsung meriah namun tetap khidmat. Pekikan semangat persatuan dan yel-yel organisasi menggema di ruang acara sebagai simbol optimisme baru Gerakan Pemuda Al Washliyah dalam menghadapi tantangan zaman.
Dengan dilantiknya seluruh pengurus PD GPA se-DKI Jakarta, diharapkan organisasi ini semakin solid, progresif, dan mampu menjadi kekuatan moral pemuda dalam menjaga keutuhan bangsa, mempererat ukhuwah, serta mengawal nilai-nilai kebangsaan demi Indonesia yang aman, damai, dan bersatu. (*)

































